Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur organisasi kemahasiswaan dan alumni, di antaranya MD KAHMI Pematangsiantar, MD KAHMI Simalungun, GMNI Cabang Pematangsiantar, PC HIMMAH Pematangsiantar, serta komunitas sosial Kita Peduli. Pemerintah Kota Pematangsiantar juga turut hadir melalui Zainal Siahaan, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan yang mewakili Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi.
Perwakilan organisasi Cipayung Kota Pematangsiantar, Ronald J. Panjaitan selaku Ketua GMNI Cabang Pematangsiantar, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Ramadhan harus dimanfaatkan sebagai titik awal membangun kolaborasi pemikiran antar organisasi mahasiswa.
“Setelah momentum Ramadhan ini, harus ada ruang-ruang diskusi yang dibangun oleh organisasi mahasiswa untuk membicarakan arah pembangunan Kota Pematangsiantar,” ujarnya.
Sementara itu, Raja Doli Lubis selaku Formateur/Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar–Simalungun menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang untuk memperkuat kembali semangat perjuangan kader.
Ia mengajak seluruh kader menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk merajut kembali silaturahmi sekaligus membangkitkan giroh dan semangat ber-HMI dalam menjalankan peran organisasi, demi mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur serta diridhai oleh Allah SWT.
Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Zainal Siahaan juga menyampaikan harapan agar organisasi mahasiswa dapat menjadi ujung tombak dalam membuka ruang dialog publik, khususnya dalam menyampaikan gagasan dan kritik konstruktif terhadap pembangunan daerah.
“Organisasi mahasiswa diharapkan mampu membuka ruang-ruang diskusi yang produktif untuk membicarakan pembangunan Kota Pematangsiantar,” ungkapnya.
Dari kalangan alumni, Anwar Simangunsong selaku Ketua MD KAHMI Pematangsiantar menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting dalam menjaga hubungan antara kader, alumni, dan organisasi mahasiswa lainnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah silaturahmi yang memperkuat sinergi antara kader HMI, alumni HMI, dan berbagai elemen organisasi kepemudaan di Kota Pematangsiantar.
Kegiatan buka puasa bersama ini juga diisi dengan kultum (kuliah tujuh menit) yang disampaikan oleh Isak, alumni HMI. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan pesan sahabat Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib, bahwa “kejahatan yang terorganisir dapat mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir.”
Pesan tersebut menjadi refleksi bagi kader dan organisasi mahasiswa agar mampu membangun gerakan yang terorganisir, solid, dan berorientasi pada nilai-nilai kebaikan.
Melalui kegiatan ini, HMI Cabang Pematangsiantar–Simalungun berharap tercipta penguatan silaturahmi sekaligus sinergi antara kader, alumni, organisasi mahasiswa, dan pemerintah daerah dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis serta mendorong kemajuan Kota Pematangsiantar.