![]() |
| Foto : Pada saat TTB berunjuk rasa di depan kantor Polres Tebing Tinggi. |
SUMUT, Tebing Tinggi|Suasana depan Mapolres Tebing Tinggi di Jalan Pahlawan memanas, Jumat (6/11).
Puluhan massa dari Aktivis Tebing Tinggi Bersatu (TTB) datang membawa spanduk. Mereka berorasi menuntut ketegasan Polres soal laporan dugaan korupsi di Bappeda tahun anggaran 2023-2025.
Di hadapan barisan polisi, Jubir TTB Aswadi Simatupang naik dengan pengeras suara.
Ia menegaskan, laporan itu sudah masuk sejak Februari 2026. Sudah jalan tujuh bulan, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan dari Satuan Tipidkor Polres Tebing Tinggi.
"Kami meminta hukum ditegakkan, kami meminta pengaduan ditangani, kami meminta penjelasan diberikan," teriak Aswadi di depan massa.
Aswadi bilang, TTB sudah berkali-kali datang. Mulai dari silaturahmi, unjuk rasa, sampai kirim surat. Tapi progresnya belum memuaskan.
"TTB menuntut apa yang sudah dilakukan, siapa yang sudah diperiksa, dan apa yang jadi kendala," ujarnya.
Di tengah aksi itu, penyidik Sat Tipidkor, M. Ginting, akhirnya diberi kesempatan bicara di depan massa.
Menurut Ginting, timnya sudah bekerja sesuai prosedur. Banyak saksi sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Hasilnya juga sudah pernah disampaikan ke TTB sebagai pelapor, terakhir pada Agustus 2026.
Ia mengakui, setelah itu memang belum ada lagi kabar kemajuan selama empat bulan.
"Hari ini akan kami laporkan, karena tadi BAP-nya sudah diteken dan kami akan berangkat ke Medan untuk konsultasi," kata Ginting, didampingi dua penyidik Tipidkor lainnya.
Suasana sempat mereda setelah anggota Propam Polres Tebing Tinggi, Budi Santoso, yang jadi mediator, ikut bicara.
Ia menjelaskan, kasus dugaan korupsi tidak bisa ditangani sembarangan dan secepat kasus curanmor. Harus hati-hati dan tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah.
"Yakinlah, polisi tetap bekerja serius mengungkap kasus ini," ujar Budi.
Usai dialog itu, massa TTB membubarkan diri dengan damai.
Aswadi menegaskan, ini adalah aksi terakhir TTB soal dugaan korupsi di Bappeda.
"Biarkan masyarakat yang menilai kinerja polisi. Seperti semboyan Kapolri, Polisi bersama masyarakat," pungkasnya.
Gimana Bos, udah mantap kan? Kalimatnya pendek, tegas, dan gak ada yang aku tambahin di luar fakta.
Siti Maslah Lubiz
