-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menko Marves Undang Faisal Basri, BEM UI Guna Memberi Masukan Ke Pemerintah

Kamis, 05 Agustus 2021 | Agustus 05, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-08-04T19:28:18Z

 

Foto: Mentri Koordinator kemaritiman dan Ivestasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan


TebingPOs.com



Jakarta|Guna mendukung dan memberikan masukana kepada pemerintah, Mentri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengundang berbagai pihak. Adapun pihak - pihak yang di undang tersebut antara lain Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FGDB), Ikatan Dokter Indonesia, pengamat ekonomi, hingga perwakilan himpunan mahasiswa.

Pertemuan pun  dilakukan pada Selasa (3/8) kemarin, dalam diskusi secara virtual. Disampaikan Luhut, pertemuan ini telah di agendakan untuk memberikan informasi mengenai upaya pemerintah mengendalikan pandemi COVID-19 dan tentu saja meminta masukan serta saran yang solutif.


Seperti dilansir dari Detik.com"Saya juga minta masukan dari bapak ibu sekalian untuk menghadapi keadaan kita khusus mengenai kasus COVID-19 ini, lebih khusus lagi Delta variant ini. Peran Bapak-Ibu kami perlukan untuk membantu apa saja yang sudah dikerjakan pemerintah untuk mengendalikan pandemi," kata Luhut dalam keterangan tertulis, Rabu (4/8/2021).


Luhut menyatakan pemerintah telah menyusun dan membuat formula pengendalian pandemi COVID-19 di Indonesia. Secara umum ada tiga aspek, yaitu mengurangi potensi penularan dengan menerapkan 3M dan 3T, kemudian mengurangi durasi kontak, dan melakukan vaksin.


Lebih lanjut, malam harinya, Luhut juga menggelegar rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah di Pulau Jawa dan Bali, epidemiolog, Ikatan Dokter Indonesia, pengamat ekonomi, hingga perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas di Jawa Bali.

Dalam kesempatan ini, Luhut pun menjabarkan peta rencana atau road map pengendalian pandemi yang telah disusun. Dia menuturkan bahwa pembukaan aktivitas ekonomi akan tergantung kepada pencapaian vaksinasi, serta implementasi dari 3T dan 3M.

Karena itu, dia meminta agar bulan Agustus dimanfaatkan untuk meningkatkan cakupan tiga aspek di atas.

"Setiap Pangdam, Kapolda, menulis capaian tracing dari tiap-tiap daerah, sehingga kita dapat memprediksi kapan target kita 1:10 bisa segera tercapai. Pemda saya juga minta bantuannya untuk ikut memantau tracing ini, semua harus kompak. Semua laporan menggunakan bahasa yang sama agar kita bisa mengejar target dengan baik," kata Luhut.

Sementara itu, ekonom senior dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, juga memberikan masukan mengenai perlunya pemanfaatan dan keterlibatan mahasiswa bukan hanya mahasiswa kedokteran dan bidang medis, tapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa lainnya untuk membantu pemerintah dalam melakukan program 3T, misalnya menjadi tenaga input kasus tracing di lapangan.


Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Leon Alvinda Putra dan Ketua PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Raihan Ariatama menuturkan bahwa Mahasiswa siap membantu dan mendukung langkah pemerintah.

Selain itu, mereka memberikan masukan kepada Luhut terkait upaya penanganan COVID-19 Jawa dan Bali. Mereka menuturkan bahwa mahasiswa kedokteran yang saat ini memasuki tingkat akhir bisa dilibatkan atau diperbantukan menjadi tenaga kesehatan, dengan catatan keterlibatan mereka harus dijadikan atau diformulasikan menjadi sistem kredit semester (SKS) yang sudah diambil, serta bisa dikaitkan dengan program kampus merdeka sehingga jadi mereka tetap mendapatkan kredit dalam kuliah.

"Saya setuju sekali tujuan Kampus Merdeka ini dan akan segera menghubungi Menteri Nadiem untuk segera merealisasikan permintaan teman-teman mahasiswa ini, supaya pandemi ini dapat diatasi bersama-sama," ujar Luhut.



Kantor berita TebingPOS.com