-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sulaiman Menarik Hak Interpelasinya, Jangan Sampai Rayat Marah

Sabtu, 24 Januari 2026 | Januari 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-24T08:25:22Z
Foto : Surat pernyataan Sulaiman Nasution menarik hak Interpelasinya.

Tebingpos.com,
Sumatra Utara, Tebing Tinggi|Ditengah besarnya tekanan rakyat kota Tebing Tinggi agar DPRD menjalankan hak interpelasi nya atas banyaknya persoalan di tengah masyarakat, hal sebaliknya malah terjadi, salah seorang anggota DPRD kota Tebing Tinggi yang bernama Sulaiman Nasution dari partai PPP malah membuat pernyataan menarik kembali hak Interpelasinya. Hal ini diketahui wartawan dari sepucuk surat Sulaiman yang ditujukan ke ketua DPRD kota Tebing Tinggi yang beredar di grup-grup WhatsApp.

Ditariknya hak interpelasi oleh Sulaiman Nasution tersebut, tentu saja menjadi pertanyaan besar di tengah masyarakat, ada apa dengan DPRD Tebing Tinggi? apa yang sebenarnya terjadi? Masyarakat tentunya bingung dengan pernyataan Sulaiman tersebut yang sejatinya sebagai anggota DPRD yang mengemban tugas mulia yaitu membela hak-hak rakyat yang saat ini sangat di harapkan perannya, malah menarik hak Interpelasinya.

Salah seorang warga yang mendengar kabar Sulaiman anggota DPRD kota Tebing Tinggi menarik hak interpelasinya merasa sangat kecewa, warga tersebut yang tak ingin disebutkannamanya mengatakan bahwa hal tersebut sangat bertentangan dengan namanya yakni Perwakilan Rakyat.

" Saya sangat kecewa sekali mengetahui info tersebut, sungguh menyedihkan, yang udah jelas kemarin  rakyat berdemo dipanas terik didepan kantor mereka meminta pembelaan, meminta agar mereka menjalankan hak Interpelasinya, kok malah sebaliknya dia itu,  harusnyakan tugas mereka membela rakyat, kok malah sebaliknya," ucap warga tersebut, sabtu (24/1/2026).

Warga tersebutpun meminta agar Sulaiman kembali ke tugas pokoknya selaku perwakilan rakya yakni membela rakyat.

" Jangan sampai rakyat merasa dihianati dan marah, kalau rakyat marah bisa saja nanti terjadi kantor dewan di kepung atau di kunci," pungkasnya.

Hangatnya pembicaraan (diskusi) ditengah masyarakat atas surat Sulaiman tersebut, wartawan belum berhasil mengkonfirmasi Sulaiman guna dimintai keterangan prihal kebenaranya hingga berita ini diterbitkan.

Laporan tim