Tebing Tinggi – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Siantar Simalungun, Komisariat Lafran Pane Tebing Tinggi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Tebing Tinggi dengan menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat.
Dalam aksi tersebut, Koordinator Lapangan (Korlap) Fahrizal menegaskan bahwa mahasiswa hadir sebagai penyambung aspirasi masyarakat yang terdampak berbagai kebijakan nasional.
Dalam orasinya, Fahrizal menyampaikan bahwa aksi tersebut membawa lima tuntutan utama, yakni menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih, menolak militerisme di ranah sipil, dan mendesak Presiden Prabowo Subianto bertanggung jawab atas kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat.
"Kami datang bukan untuk mencari sensasi, tetapi membawa suara rakyat. Pemerintah harus berani mendengar kritik dan mengevaluasi setiap kebijakan yang berdampak pada masyarakat," ujar Fahrizal saat berorasi di hadapan massa aksi.
Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa akan terus menjalankan fungsi sebagai agent of change, social control, dan penjaga nilai-nilai demokrasi. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati, bukan dihindari.
Aksi berlangsung dengan membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap kondisi ekonomi, tingginya harga kebutuhan pokok, serta berbagai isu tata kelola pemerintahan. Massa secara bergantian menyampaikan orasi dan menyerukan agar pemerintah lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.
Fahrizal menutup orasinya dengan menegaskan bahwa HMI akan terus mengawal aspirasi masyarakat melalui jalur konstitusional dan damai. Ia berharap seluruh tuntutan yang disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah demi terwujudnya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.