![]() |
| Foto : Ibu Lulu meninggal saat di motor sedang mengantar anaknya berobat. |
Namanya Lu’lu Atunni’mah (38), seorang ibu tangguh asal Desa Jebeng, Ponorogo.
Dua tahun lalu, dunia Lu'lu runtuh. Sang suami, Syamsuddin, meninggal dunia. Sejak hari itu, ia harus menjadi ayah sekaligus ibu untuk 4 anaknya.
Demi sesuap nasi, apa saja ia kerjakan. Tak pernah gengsi. Pagi mencari daun pisang untuk dijual ke pedagang, siang jualan rujak dan asinan, sore mengumpulkan kain perca demi recehan untuk anak-anaknya.
“Pekerja keras. Sampai cari daun pisang untuk dijual ke pedagang-pedagang juga. Semua dikerjakan mbak,” kata Ahmad Iqdam Muslihuddin, tetangganya, Rabu (21/10/2026).
Sendirian, ia berjuang membesarkan 4 buah hati, 3 di antaranya masih mondok di pesantren. Meski keluarga almarhum suami ikut membantu, Lu’lu tetap memilih banting tulang sendiri. Ia tak mau anak-anaknya kelaparan.
Tapi Sabtu (17/10/2026), perjuangan itu terhenti dengan cara yang paling menyayat hati.
Hari itu ia mengantar anak bungsunya yang baru berusia 3 tahun berobat ke bidan. Di tengah jalan, di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, tubuhnya mendadak lemas. Ia merasa tidak enak badan, lalu menepi.
Di atas motor tuanya, dengan sang buah hati di dekatnya, Lu’lu menghembuskan napas terakhirnya. Ia pergi untuk selamanya, saat sedang berjuang untuk anaknya.
Selamat jalan, Bu Lu’lu. Surga menantimu.
#KantorBerita#JMSI#Jakarta#Sumut
