-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rapat Pemuktahiran Data KPU, Saswa: Data Yang meninggal Harus Jadi Perhatian

Rabu, 07 Juli 2021 | Juli 07, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-07-07T09:01:18Z
Foto: Saswa Ginting SE politisi partai GOLKAR Tebingtinggi (Dok: Fb Saswa)


TebingPOS.com


Tebingtinggi|Berubah ubahnya data pemilih setiap waktu, oleh sebap itu Partai Politik (PARPOL) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tebingtinggi untuk terus mensterilkan pemuktahiran data pemilih berkelanjutan, keterangan ini dikatakan Saswa Ginting SE politisi Partai GOLKAR Tebingtinggi saat mengikuti rapat kordinasi pemuktahiran data berkelanjutan triwulan ll KPU Tebingtinggi.


Seperti dilansir dari SIB.com "Data pemilih berkelanjutan dilakukan per triwulan. Data meninggal dunia dan pindah domisili harus menjadi perhatian serius," kata LO Partai Golkar Tebingtinggi, Saswa Ginting, saat mengikuti rapat koordinasi pemuktahiran data pemilih berkelanjutan triwulan II tahun 2021, Senin (5/7/2021), di aula KPU Tebingtinggi Jalan Rumah Sakit Umum.

Rapat koordinasi yang dilakukan oleh KPU  tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KPU Tebingtinggi, Abdul Khalik didampingi anggota, Rudi Herwin, Emil Sofyan, Mukhlis Mochtar, Johan Wahyudi, Sekretaris KPU, Ahmad Nurdin, dihadiri pimpinan Bawaslu Tebingtinggi, perwakilan Dinas Dukcapil dan Kesbangpol serta pengurus parpol.

Saswa mengatakan, pendataan bagi warga yang meninggal dunia harus dilakukan dengan serius, sehingga pada pelaksanaan Pemilu 2024 tidak ada lagi masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Data pemilih yang meninggal dunia kerap muncul pada Pemilu. Hal ini harus dicegah sedini mungkin," harapnya.

Menyikapi hal tersebut, Ketua KPU Tebingtinggi, Abdul Khalik mengatakan, dalam data warga yang meninggal dunia dan pindah domisili, KPU Tebingtinggi terus berupaya mendatanya dengan baik dan akan menjalin kerjasama dengan pihak rumah ibadah maupun yayasan pemakaman.

"Untuk data meninggal dunia, KPU akan berkoordinasi dengan yayasan Yasobas, penjaga TPU dan untul pindah domisili, kita akan ke rumah ibadah," ucapnya.

Diakuinya, warga yang meninggal dunia atau sudah pindah domisili kerap ditemukan saat pemutakhiran data pemilih. Dengan pendekatan ke Yayasan atau rumah ibadah, diharapkan tidak terulang lagi agar saat pelaksanaan Pemilu dapat berjalan dengan baik.

Abdul Khalik juga berharap parpol dapat berperan aktif melaporkan kader atau anggota baru yang belum terdaftar dalam data pemilih ke KPU Tebingtinggi.

"Kemungkinan ada kader yang berpotensi sebagai pemilih pemula, parpol dapat melaporkannya. KPU akan memasukan datanya," kata Khalik. 



Artikel ini telah tayang di SIB.com