-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Polisi Berhasil Mengungkap Pembunuhan Siswi SMP di Simalungun, Motip Uang Aborsi

Selasa, 30 Desember 2025 | Desember 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-30T10:28:46Z
Foto : Penemuan mayat siswi SMP di Simalungun.

Tebingpos.com,
Sumatra Utara, Simalungun|Tim gabungan Polsek Serbelawan dan Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap siswi SMP berinisial ZR (15). Yang mengejutkan, pelakunya adalah remaja seusianya, AH (15), yang juga masih berstatus siswa SMP. Kasus ini terungkap pada Minggu malam, 28 Desember 2025.

Kasi Hummas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi pada hari Senin, 29/12/2025)memberikan apresiasi luar biasa atas kecepatan tim dalam mengungkap kasus ini yang melibatkan anak-anak di bawah umur.

"Ini adalah kerja tim yang luar biasa cepat dan profesional. Dari penemuan mayat sore hari hingga penangkapan pelaku malam hari, hanya butuh waktu sekitar 4-5 jam. Kecepatan respons ini menunjukkan dedikasi tinggi jajaran Polsek Serbelawan dan tim Jatanras," ujar Kasi Humas Polres Simalungun dengan bangga.

Kanit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun IPTU Ivan Roni Purba, S.H., menjelaskan bahwa korban ZR adalah siswi kelas 3 SMP Negeri 2 Tapian Dolok yang tinggal di Pondok Huta Pondok Pabrik, Nagori Dolok Ulu. Mayatnya ditemukan di area perkebunan PT. Bridgestone Jalan Besar Dolok Ulu Blok Z 24.

"Korban adalah siswi SMP yang masih sangat muda, baru berusia 15 tahun. Kasus ini sangat memprihatinkan karena melibatkan anak-anak yang seharusnya masih fokus pada pendidikan mereka," ungkap Kanit Jatanras dengan nada prihatin.

Kronologi penemuan mayat bermula pada Minggu sore sekitar pukul 15.45 WIB ketika dua saksi, S (51) dan MB (20), yang merupakan karyawan dan security PT. Bridgestone, pulang dari memancing di Dolok Merangir.

Saksi S segera menghubungi Pangulu Dolok Ulu untuk melaporkan kejadian tersebut. Ketika mendekati mayat, mereka menemukan korban dalam posisi telungkup dengan sebuah handphone berada di dekat kepala korban.

"Tim Inafis Polres Simalungun bersama Polsek Serbelawan langsung bergerak cepat melakukan olah TKP. Dari lokasi kejadian diamankan satu unit HP merek ZTE, uang sebesar Rp 11.000 dengan berbagai pecahan, dan dua batang kayu ubi yang diduga digunakan sebagai alat dalam tindak kejahatan," ungkap Kasi Humas merinci barang bukti.

Yang membuat suasana semakin emosional, sekitar pukul 17.00 WIB, terdengar teriakan memilukan dari seorang warga yang datang ke lokasi. "Anak ku! Anak ku!" teriaknya sambil berlari mendekati mayat.

"Momen itu sangat menyayat hati. Ketika posisi mayat ditelentangkan, warga tersebut memastikan bahwa mayat itu adalah anaknya, ZR, siswi kelas 9 SMP. Bayangkan perasaan orang tua yang kehilangan anak dengan cara yang sangat tragis," ujar AKP Verry Purba dengan empati mendalam.

Setelah olah TKP selesai, mayat korban dibawa ke RSU Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk dilakukan visum (otopsi) luar dan dalam guna menentukan penyebab kematian secara medis.

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Herison Manullang bersama Kapolsek Serbelawan IPTU Gunawan Sembiring beserta anggota bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku.

Pelaku AH (15) ditangkap saat berada dirumah kakaknya di Huta Pondok Burian, Nagori Nagur Usang, sementara rumah pelaku berada dikecamatan Tapian Dolok.

"Pelaku ditangkap di rumah kakak kandungnya. Kami bergerak cepat sebelum dia sempat melarikan diri lebih jauh," ungkap AKP Verry Purba menjelaskan penangkapan.

Setelah diamankan, pelakupun menceritakan cara dia menghilangkan nyawa korban, pelaku mengaku mencekik korban saat berada diatas sepeda milik pelaku.

"Dari pengakuan pelaku, dia mencekik korban dari belakang, kemudian memukul kepala korban dengan batu sekitar 5 kali, memukul pundak dan punggung dengan kayu ubi sekitar 5 kali, dan yang paling sadis adalah menusuk badan korban dengan pisau berulang kali hingga sekitar 10 tusukan. Ini adalah tindakan yang sangat brutal untuk anak seusia mereka," ungkap Kanit Jatanras dengan nada serius.

Yang paling memprihatinkan adalah motif di balik pembunuhan sadis ini. Terungkap bahwa korban ZR meminta uang kepada pelaku AH untuk membeli obat penggugur kandungan.

"Motif pembunuhan ini sangat memprihatinkan. Korban meminta uang kepada pelaku untuk membeli obat aborsi karena sedang hamil. Ini menunjukkan ada masalah serius dalam pergaulan remaja yang harus menjadi perhatian kita semua," ujar AKP Verry Purba dengan nada prihatin mendalam.

Kasi Humas menegaskan bahwa tim telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian secara lengkap dan terukur, mulai dari olah TKP, dokumentasi foto dan video, pemeriksaan saksi-saksi, pembuatan laporan polisi model B, permintaan visum otopsi luar dan dalam, hingga penangkapan pelaku dan pelaporan kepada atasan.

"Polres Simalungun berkomitmen menangani kasus ini secara serius dan tuntas. Meskipun pelaku masih anak-anak, tindakannya sangat kejam dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Ini juga menjadi pelajaran penting bagi orang tua untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anak mereka," ucap AKP Verry Purba menutup keterangannya.


Sumber : Hummas Polres Simalungun