-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Keresahan PNS dan PPPK Guru Kabupaten Karimun Terkait Tambahan Penghasilan Pegawai

Sabtu, 08 Agustus 2026 | Agustus 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-08T10:03:31Z

Foto : Ilustrasi.

Karimun, Kepri|Guru PNS dan PPPK kabupaten Karimun beberapa hari ini heboh dan bertanya tanya terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bulan Juni 2026 yang mereka terima. Sebab TPP yang mereka terima tidak sesuai dengan yang mereka harap selama ini. Ketika hal ini di cari keterangan nya media Tebingpos. Com mendapat info bahwa adanya pemotongan yang tidak jelas oleh pihak dinas pendidikan. Seperti yang dilakukan oleh seorang guru salah satu SMP negeri di karimun yang tidak mau namanya di cantumkan beberapa waktu lalu. Ketika guru tersebut berkunjung ke dinas pendidikan untuk mengkonfirmasi terkait hal ini. Mereka memperoleh jawaban yang kurang memuaskan. Apa dasar pemotongan TPP yang mereka terima. Ketika hal ini di jawab oleh pihak dinas pendidikan bahwa penyebab pemotongan adalah karena kurangnya jumlah jam wajib guru dengan di tandai tanda angka 1 pada SKP guru. Namun hal ini di sanggah oleh guru tersebut karena ada guru yang jam nya jauh lebih kurang dibandingkan dengan beliau tapi kenapa TPP nya penuh, malah beliau juga menambahkan bahwa beliau tidak ada absen atau tidak hadir. Hal ini di jawab oleh pihak dinas pendidikan bahwa belum sinkronya nenarikan data dari aplikasi BKPSDM dan Dinas Pendidikan. Pernyataan ini semakin membuat bingung guru tersebut, ungkap beliau sambil menambahkan bahwa kurangnya koordinasi antara kedua instansi tersebut yang bisa merugikan para pegawai.


Di tempat yg berbeda ketika seorang guru berinisial RH (50) di mintai keterangan oleh media Tebingpos. Com menyatakan kalau lah eeperti itu permasalahannya ini akan berdampak merugikan para ASN dan PPPK sebab walaupun seratus ribu terpotong itu sangat berarti bagi kami apalagi yang pemotongannya sampai empat ratus ribu sangat besar sekali ujarnya. Di akhir wawancara kami beliau berpesan melalui media ini agar hal ini jangan terulang kembali untuk di bulan Juli dan bulan selanjutnya serta mohon agar bapak kepala dinas pendidikan dan bapak bupati memperhatikan hal ini tutupnya.



Report : Luthfi Hutagalung