![]() |
| Foto : Sidang kasus korupsi pengadaan jaringan internet di Diskominfo Tebing Tinggi di Pengadilan Tipikor Medan. |
Keponakan Wali Kota Tebing Tinggi, Nur Erdian Ritonga mengakui menerima uang Rp 175 juta dari Sales Marketing PT Whiz Digital Berjaya, Heni Afrianti.
Pengakuan itu terungkap di sidang keterangan terdakwa di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (21/9). Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim M. Nazir, SH, MH.
Dalam persidangan, kedua terdakwa saling dikonfrontasi keterangannya.
Nur Erdian menyebut uang itu adalah uang maintenance. Namun alibi tersebut langsung dipatahkan Hakim.
Hakim Nazir menilai tidak wajar seorang PNS yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan di Diskominfo Kota Tebing Tinggi menerima uang maintenance. Pekerjaan maintenance seharusnya dilakukan penyedia jasa, bukan pejabat, dan tidak ada laporan tertulis.
Fakta persidangan, uang Rp 175 juta itu diberikan dua tahap.
Tahap pertama Rp 150 juta diberikan secara cash pada 29 Desember 2025, tepat setelah PT Whiz dimenangkan lewat e-katalog Diskominfo. Penyerahan dilakukan di sebelah Bank BCA Jalan Setia Budi Medan.
Tahap kedua Rp 25 juta diberikan pada 14 April 2026, setelah pencairan tagihan jasa PT Whiz. Uang diserahkan di sebuah warung dekat rumah sakit di Jalan Gatot Subroto Medan, saat Heni sedang menjaga ibunya yang dirawat.
Sambil menangis, Heni mengaku terpaksa meninggalkan ibunya yang sedang sakit untuk menyerahkan uang itu karena didesak Nur Erdian agar uang maintenance didahulukan.
Heni juga mengaku, sebelum bekerja di PT Whiz, ia tidak pernah memberikan uang maintenance kepada pejabat manapun.
Alibi lain soal pinjam-meminjam uang Rp 175 juta juga tidak terbukti. Kedua terdakwa mengakui tidak ada perjanjian pinjam uang.
Di persidangan, Nur Erdian berdalih uang itu dipakai untuk biaya kuliah S3. Hakim mengasumsikan ada pihak lain yang terlibat, namun Erdian tetap pada keterangannya.
Terungkap pula, uang Rp 150 juta sempat dikembalikan Nur Erdian kepada Heni, namun bukan atas kesadaran sendiri, melainkan setelah kasus tersebut mencuat dan ditangani Polda.
sml dkk
